YOGYAKARTA – Dalam rangka menyebarluaskan pesan-pesan keagamaan kepada masyarakat melalui media penyiaran, Samsul Ma’arif, Penyuluh Agama Islam KUA Gedongtengen, berkesempatan mengisi siaran program Siraman Rohani Islam di Radio Republik Indonesia (RRI) Pro 4 Yogyakarta, Kamis, 5 November 2026.
Dalam siaran yang mengudara melalui frekuensi 106,6 FM tersebut, Samsul Ma’arif mengangkat tema berbahasa Jawa yang sarat dengan pesan moral dan spiritual, yaitu “Dadi Pribadi Sing Bisa Nentremake Ati, Dudu Malah Gawe Ora Tentrem.”
Tema ini mengajak masyarakat untuk senantiasa menghadirkan ketenangan, kedamaian, dan kenyamanan dalam kehidupan bermasyarakat. Setiap orang hendaknya mampu menjadi pribadi yang menyejukkan hati, bukan justru menjadi sumber keresahan bagi orang lain.
Dalam penyampaiannya, ditekankan pentingnya menjaga lisan dan perilaku, mengedepankan sikap sabar, mudah memaafkan, menebarkan kasih sayang, serta mengendalikan amarah. Sebab, sebaik-baik manusia adalah mereka yang kehadirannya membawa manfaat, memberikan ketenteraman, dan menghadirkan kebaikan bagi lingkungan sekitarnya.
Melalui program siaran keagamaan ini, diharapkan pesan-pesan Islam dapat menjangkau masyarakat secara lebih luas. Radio menjadi salah satu media strategis bagi penyuluh agama untuk berdakwah, memberikan edukasi keagamaan, serta menanamkan nilai-nilai moderasi dan akhlakul karimah di tengah kehidupan masyarakat.
Kegiatan ini sekaligus menjadi wujud komitmen Penyuluh Agama Islam KUA Gedongtengen dalam mengembangkan dakwah yang adaptif, komunikatif, dan dekat dengan kehidupan masyarakat.
Menjadi pribadi yang menenangkan adalah bagian dari dakwah. Sebab, dakwah terbaik bukan hanya melalui kata-kata, tetapi juga melalui sikap dan perilaku yang menghadirkan kedamaian bagi sesama.
KUA Gedongtengen – Melayani dengan Sepenuh Hati[sams]

