Yogyakarta (KUA Umbulharjo) — Membangun pelayanan publik yang berkualitas tidak cukup hanya dengan menjalankan rutinitas administrasi. Dibutuhkan sumber daya manusia yang kompeten, tata kelola yang kuat, serta pengelolaan data yang akurat. Semangat itulah yang menjadi salah satu fokus KUA Umbulharjo dalam rapat koordinasi (rakordasi) yang digelar pada selasa, 15/9/2026.

Dipimpin Kepala KUA Umbulharjo, Sehona, S.Ag., rakordasi menjadi momentum untuk memperkuat kapasitas sumber daya manusia sekaligus memastikan setiap program kerja berjalan secara terarah, terukur, dan berorientasi pada peningkatan kualitas pelayanan masyarakat.

Salah satu agenda utama diisi dengan materi manajemen human capital, soft skill, dan hard skill yang disampaikan oleh Mahlani, M.Pd. Menurutnya, keberhasilan organisasi sangat dipengaruhi oleh kualitas individu yang berada di dalamnya.

Hard skill berkaitan dengan kecakapan teknis yang diperlukan dalam pelaksanaan pekerjaan. Sementara itu, soft skill mencakup kemampuan emosional, komunikasi, interaksi sosial, empati, serta kecakapan dalam menghadapi dan menyelesaikan berbagai persoalan.

“Kesadaran diri menjadi fondasi penting dalam pengembangan diri. Dengan mengenali kelebihan, kekurangan, dan potensi yang dimiliki, seseorang akan lebih mudah menentukan langkah untuk berkembang dan memberikan kontribusi terbaik bagi organisasi,” demikian pokok materi yang disampaikan.

Penguatan kapasitas tersebut selanjutnya dikaitkan dengan tata kelola organisasi melalui penerapan prinsip Planning, Organizing, Actuating, dan Controlling (POAC). Melalui fungsi tersebut, setiap program diharapkan tidak sekadar direncanakan, tetapi juga mampu diorganisasi, dilaksanakan, dan dikendalikan sehingga hasilnya dapat diukur dengan jelas.

Rakordasi juga menjadi ruang kolaborasi antara KUA dan dunia akademik melalui agenda pengenalan mahasiswa PKL UNU Yogyakarta. Kehadiran mahasiswa di lingkungan KUA diharapkan dapat mempertemukan pengetahuan akademik dengan pengalaman praktik pelayanan publik secara langsung.

Selain penguatan SDM dan sinergi akademik, forum tersebut membahas sejumlah agenda teknis, di antaranya laporan PEU/Pelatihan Business Plan yang disampaikan oleh M. Fahmi Izzuddin, Sementara itu, Iqbal Haraka dan M. Fadlan menyampaikan progres pengelolaan data, khususnya terkait data wakaf dan SIWAK.

Pengelolaan data menjadi bagian penting dalam penguatan tata kelola. Data yang tertib, akurat, dan mudah diakses dapat menjadi dasar dalam melakukan evaluasi, menentukan kebijakan, serta meningkatkan efektivitas pelayanan kepada masyarakat.

Melalui rakordasi ini, KUA Umbulharjo menegaskan komitmennya untuk terus berbenah. Penguatan kompetensi SDM, tata kelola organisasi, kolaborasi dengan dunia akademik, serta transformasi pengelolaan data menjadi bagian yang saling terintegrasi dalam membangun pelayanan KUA yang semakin profesional dan adaptif.

Pada akhirnya, seluruh ikhtiar tersebut bermuara pada satu tujuan: menghadirkan pelayanan publik keagamaan yang semakin berkualitas, responsif, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Kegiatan ditutup dengan doa bersama sebagai ikhtiar memohon kelancaran dan keberkahan dalam menjalankan tugas serta memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.(zul).